E Materi Materi by Adri Priadana


Organisasi Berkas Sekuensial

by adri in Sistem Berkas dan Keamanan Data - 2014-02-20 15:42:50

Rekaman disimpan pada alamat-alamat di file secara beruntun. Rekaman yang masuk terlebih dulu akan disimpan di alamat yang lebih kecil daripada rekaman yang masuk sesudahnya. Untuk menemukan sebuah rekaman harus dilakukan proses pencarian terlebih dahulu. Cara ini sangat fleksibel dan paling menghemat ruangan penyimpan, karena ukuran file dapat disesuaikan dengan banyaknya rekaman yang tersimpan dan dapat mengembang dengan mudah jika ada rekaman baru.

Dalam berkas sekuensial, rekaman yang ke i+1 akan diletakkan tepat sesudah rekaman ke i, contoh :

1

2

3

…..

i

i+1

i+2

…..

N-1

n

 

Akses

Sesuai dengan namanya ,berkas sekuensial sangat cocok untuk akses yang sekuensial, misal dalam aplikasi dimana sebagian besar atau semua rekaman akan diproses. Sebagai contoh adalah membuat daftar semua mahasiswa dalam sebuah Jurusan. Berkas sekuensial juga dapat diproses secara tunggal dan langsung, jika diketahui subskripnya.

Pencarian secara sekuensial memproses rekaman-rekaman dalam berkas sesuai urutan keberadaan rekaman-rekaman tersebut sampai ditemukan rekaman yang diinginkan atau semua rekaman terbaca.

Sebagai contoh, rekaman-rekaman berkas mahasiswa diurutkan untuk mendapatkan pengurutan yang linier berdasar pada nilai kunci rekaman, baik secara alphabetis (huruf) ataupun numeris (angka)

Medan Data

Medan berisi nilai dasar yang membentuk sebuah rekaman. Isi sebuah medan bergantung pada atribut yang dimiliki oleh inpidu pemilik rekaman.

Rekaman yang disimpan dalam berkas pada umumnya memiliki medan yang berfungsi khusus yaitu sebagai identitas rekaman yang memiliki sifat pembeda baik internal maupun eksternal.

Rekaman Data

Medan ke-1

Medan ke-2

………….

Medan ke-n

Rekaman Mahasiswa

Nama

Maha-siswa

Nomor

Maha-siswa

Fakultas

Jurusan

Dosen

Pembimbing

SPP

Data-lain

Berkas Data

Sebuah berkas merupakan koleksi dari rekaman-rekaman yang sama, yang diletakkan dalam peralatan penyimpan data komputer. Sebuah berkas akan memiliki nama yang dikenal dengan sistem operasi.

Dibawah ini contoh berkas rekaman mahasiswa urut “Nomor Mahasiswa” :

Contoh Berkas Nomor Mahasiswa : Organisasi Berkas Sekuensial

Proc pencarian_biner

/* n buah rekaman diurutkan menaik menurut kunci rekaman */

     AWAL :=1

     Akhir := n

     While AWAL ? AKHIR do

           tengah  := [ (awal+akhir)/2]

           if kunci (cari) = kunci (tengah)

           then pencarian berakhir.

           else if kunci(cari) >  kunci (tengah)

              then AWAL := TENGAH + 1

           else AKHIR := TENGAH – 1

end

   rekaman tidak ditemukan

end pencarian_biner

Kolom “Nomor mahasiswa” menunjukkan nilai yang urut dari kecil ke besar, atau

Kunci1 < kunci2 < kunci3 < ……. Kunci I < …… Kunci n

 

Pencarian Biner

     Untuk sebuah berkas dengan rekaman yang telah diurutkan jumlah probe yang diperlukan untuk membaca sebuah rekaman dapat diusahakan untuk diperkecil dengan menggunakan teknik pencarian biner.

     Jika kuncicari < Kuncitengah, maka bagian berkas mulai dari Kuncitengah sampai akhir berkas dieliminasi. Sebaliknya jika kuncicari > Kuncitengah maka bagian berkas mulai dari depan sampai dengan Kuncitengah dieleminasi.

     Pada contoh pertama berikut ini akan dicari rekaman dengan kunci 49.

     Bilangan yang dicetak tebal menunjukkan rekaman yang sedang dibandingkan dan tanda kurung membatasi bagian berkas yang tersisa yang masih harus diperbandingkan. Tanda [ untuk AWAL dan tanda ] untuk AKHIR.

              1    2    3    4    5    6    7    8    9

     [21   25   28   33   38   39   48   49   69]

      21   25   28   33   38  [39   48   49   69]

      21   25   28   33   38   39   48  [49   69]

Rumus Organisasi Berkas Sekuensial : Organisasi Berkas Sekuensial

 



You may also like...


Comments

Leave A Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.